Beranda / Tentang Gereja
Identitas Jemaat: Berawal dari diskusi-diskusi ringan para tetua jemaat untuk menjelaskan status asset oikumenis berupa satu unit gedung gereja yang terbangun atas Upaya Bersama, yang akan digunakan sebagai tempat beribadah, maka diputuskan menggunakan nama Jemaat “Ottow Geissler” Mile 32. Nama yang oleh tua-tua jemaat terinspirasi dari perjuangan mereka untuk dapat beribadah, perjuangan untuk membangun kebersamaan, keamanan dan ketertiban hidup bersama, terutama diantara prajurit, baik prajurit TNI maupun POLRI yang bermarkas di area Mile 32 Timika . Dan inspirasi itu berakar dari perjuangan kedua rasul Papua, yakni CARL WILHELM OTTOW DAN JOHAN GOTTLOB GEISSLER, yang dengan gigih mengupayakan pembaharuan hidup manusia Papua melalui pemeberitaan Injil Kristus, sampai dengan Pemberdayaannya melalui metode Pendidikan budaya. Dan untuk itu, kedua Rasul ini harus menghadapi tantangan yang sangat hebat, mulai dari penolakan, kecurigaan bahkan sampai diancam akan dibunuh. Tetapi karena Iman kepada Yesus Kristus, kesetiaan kepada pengutusan Allah dan ketaatan terhadap pelaksanaan Amanat Agung Kristus Tuhan. Maka Upaya dan perjuangan dengan Iman, Kesetiaan dan Ketaatan itu, berbuah Terang bagi manusia Papua, dan manusia papua-pun mengalami keselamatan dan Kasih Karunia Allah. Oleh karena akar perjuangan yang sama dengan kedua Rasul Papua ini, yaitu Bersaksi, Bersekutu dan Melayanai dengan Iman, Kesetiaan dan Ketaatan. Maka nama asset yang dibangun itu diberi identitasnya sebagai JEMAAT GKI OTTOW GEISSLER MILE 32 DI TIMIKA
Pada tahun 1996 dengan berdirinya Satuan-satuan TNI dan POLRI yang ada di Mile-32 diantaranya Satuan Komando Distrik Militer (KODIM 1710 Mimika), Kepolisian Resort (POLRES Mimika), Detasemen Kavaleri (DENKAV 3 Mimika) dan Detasemen B Pelopor Brigade mobil (BRIMOB Mimika). Pada tahun 1996 s/d 1999, dengan adanya asrama atau perumahan dinas sebagai tempat tinggal bagi Prajurit TNI dan POLRI dan keluarga di satuan masing-masing. Dan keluarga-keluarga di 4 kesatuan ini, untuk memenuhi kebutuhan spiritualitasnya, mereka setiap minggu akan beribadah di jemaat di Kwamki Narama (Kwamki lama). Dan semakin lama dengan adanya program mutasi dan recruitment anggota TNI dan Polri maka semakin bertambah umat Nasrani yang ada di Mile-32, sehingga atas inisiatif anggota-anggota senior dari ke-4 kesatuan yang ada di Mile 32, sehingga anggota yang beragama Nasrani mulai melaksanakan Ibadah perdana di Aula Polres Mimika Mile-32 berasama-sama juga dengan anggota dan keluarga baik dari Polres maupun Kodim. Kemudian pada tanggal 9 April tahun 2000 atas Ijin komandan Batalion B Pelopor Brimob, dipinjamkan satu ruang kelas untuk dijadikan sebagai tempat beribadah bagi umat Nasrani. Dan pada tanggal 25 Juni tahun 2000, oleh Pdt. Jhon Nanlohy STh, dan Grj. Alfred .E Auparay, meneguhkan majelis jemaat perdana sebagai perangkat pelayanan. Dan ibadah di ruang kelas Brimob Mile32 berjalan dari tahun 2000 s/d tahun 2002. Seiring berjalannya waktu saat Komandan Kodim 1710/Mimika di jabat oleh Letkol Inf Togap F. Gultom, menginisiasi pembangunan 1 unit Gedung gereja yang akan dugunakan secara Oikumene dan diberi nama Gereja “HOSANA” yang diresmikan oleh Bupati Mimika Bpk. Klemen Tinal, pada tanggal 23 Agustus 2003, sehingga dapat digunakan oleh umat GKI dan Katolik secara bergantian dengan mengatur jam beribadah. Saat itu umat GKI semakin betambah dan kapasitas Gedung gereja tidak sanggup untuk menampung umat, sehingga lewat pimpinan yang Nasrani GKI, senior dan orang-orang yang dituakan pada saat itu mulai berfikir untuk membangun satu gedung gereja yang baru, khusus untuk umat GKI. Maka setelah disepakati bersama, dimulailah penentuan Lokasi yaitu diantara Polres dan Brimob dan berhadapan dengan Kodim dan Kavaleri. Dan pembangunan Gedung gereja dimaksud dimulai pada tanggal 26 Oktober tahun 2007 dan akhirnya diresmikan pada hari selasa tanggal 26 Oktober tahun 2010 dan diberi nama Jemaay GKI OTTOW GEISSLER MILE-32.
Jemaat GKI OTTOW GEISSLER MILE-32 adalah Jemaat Kategorial TNI dan POLRI. Jemaat yang cukup unik, dikatakan unik karena secara ideal pelayanan spiritual setiap prajurit di masing-masing kesatuan selalu disediakan fasilitas beribadahnya secara kedinasan dan terpisah. Tetapi di Jemaat GKI OTTOW GEISSLER MILE-32 kabupaten Mimika, medan pelayanannya ditujukan kepada warga jemaat yang bekerja sabagai Prajurit di 5 (lima) kesatuan, seperti : 1. Detasemen B Pelopor Brigade mobil (BRIMOB Mimika) 2. Kepolisian Resort (POLRES Mimika) 3. Komando Distrik Militer (KODIM 1710 Mimika) 4. Detasemen Kavaleri (DENKAV 3 Mimika). Dan 5. Detasemen Perbekalan (TEPBEK-Bagian Perbekalan Satuan Tugas TNI) Ke-5 (lima) kesatuan ini dilayani dan beribadah bersama-sama disatu Gedung gereja dibawah keanggotaan Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua, Klasis Mimika. Penatalayanan kepada semua warga jemaat dilakukan berdasarkan metode pelayanan yang baku dan berlaku di dalam GKI Di Tanah Papua, diantaranya pelayanan ibadah raya (ibadah umum setiap Minggu pagi jam 09:00), dan ada juga pelayanan ibadah khusus, yaitu ibadah unsur-unsur, sepeti : unsur Persekutuan Kaum Bapak (PKB), unsur Persekutuan Wanita (PW), unsur Persekutuan Anggota Muda (PAM), juga unsur Persekutuan Anak dan Remaja (PAR), dan ada juga pelayanan secara Rayon (3 Rayon) sampai dengan Kelompok-kelompok sel pemuridan (KSP – ada 10 KSP). Bentuk penatalayanan diselenggarakan secara Administrasi dan Organisasi, yaitu setiap unsur didalam jemaat ada yang bertugas untuk menyelenggarakan penatalayanan dimaksud kepada semua warga jemaat di ke-5 kesatuan, yang juga penatalayanan tersebut mewakili kesatuannya masing-masing.
Visi dan Misi Jemaat adalah cerminan dari Harapan tentang Jemaat
GKI Ottow Geissler Mile 32 dulu, kini dan nanti, yang diuraikan
secara transparan dan systematis dalam suatu perumusan. Adapun Visi
dan Misi Jemaat GKI Ottow Geissler Mile 32 merujuk dari Visi dan
Misi Lembaga Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua, sebagaimana
dimuat dalam penjelasan berikut ini :
(I) VISI : “MENGHADIRKAN TANDA-TANDA KERAJAAN ALLAH DALAM KESATUAN”
Jemaat GKI Otttow Geissler Mile 32, telah menentukan Visi Pelayanannya yakni: ”Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah Dalam Kesatuan” sebagai visi yang menjadi dasar, pedoman dan tujuan hidup persekutuan, kesaksian dan pelayanannya di Tengah kehidupan para Prajurit Militer (TNI dan POLRI).
Yang dimaksudkan dengan Kerajaan Allah adalah suasana atau keadaan Kekuasaan dan Pemerintahan Allah yang mencakup seluruh alam semesta termasuk manusia.
Khusus bagi manusia, suasana Kerjaan Allah mencakup seluruh aspek kehidupannya, rohani dan jasmani. Suasana Kerjaan Allah hadir di dunia (Palestina) dalam Firman Allah (PL) dan dalam diri Yesus Kristus (PB, melalui hidup, pengajaran dan pekerjaan-Nya. Hidup-Nya yang sederhana dan terbuka, pengajaran-Nya yang indah, menarik dan menyenangkan, serta perbuatan-Nya kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti memberi makan kepada orang lapar, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat dari diri orang yang dirasuk, mengunjungi orang yang terhina (pemungut cukai, pelacur, orang kafir) dll adalah tanda-tanda Kerajaan Allah atau tanda-tanda masih hadirnya suasana Pemerintahan dan Kekuasaan Allah atas dunia dan hidup serta aktivitas manusia.
Yang dimaksudkan dengan ”tanda-tanda Kerajaan Allah” adalah segala hal yang baik dan menyenangkan dalam kehidupan manusia,
sebagaimana disebutkan pada aspek rohani dan jasmani, antara lain : kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan, kebebasan beribadah, perdamaian diantara sesama, kesejahteraan hidup, Kesehatan jiwa dan mental, kemampuan dan ketrampilan, keamanan, ketertiban, dan lain sebagainya, yang mendatang- kan sukacita dan kebahagiaan (Shalom) kepada manusia, terlebih khusus kepada para Prajurit Militer (TNI dan POLRI). Singkatnya : Tanda-tanda Kerajaan Allah adalah tanda-tanda Shalom atau tanda-tanda keselamatan bagi manusia.
Tanda-tanda kerajaan Allah dalam aspek rohani manusia
mencakup seluruh keberadaan (eksistensi) manusia, yaitu segala hal yg dimiliki manusia, seperti kemampuan, perasaan, keinginan, pengetahuan (hikmat) dan lain sebagainya yang dapat dimanfaatkan seseorang untuk mencapai segala kebutuhannya, seperti sukacita, kesehatan, kekuatan, kesejahteraan, kebebasan, kedamaian, ketertiban dan lain sebagainya, sehingga seorang manusia dapat menikmati hidup yg layak sebagaimana dimaksudkan Tuhan Allah. Sang Penciptanya. Upaya mencapai dan menikmati seluruh aspek hidup manusia itulah yg disebut Pekabaran Injil. Pekabaran Injil adalah segala kegiatan/aktivitas yg diusahakan setiap orang beriman, agar mendatangkan sukacita dan kebahagiaan secara rohani dan jasmani bagi hidup perorangan (individu) dan hidup bersama dalam kelompok (kolektif).
(II) MISI : “MEWUJUDKAN SIFAT DAN KARAKTER ILAHI DALAM KESATUAN”
Misi Jemaat GKI Ottow Geissler Mile 32 di bumi Amungsa adalah mewujudkan Sifat Dan Karakter Ilahi atau tanda-tanda syaloom yang mencakup seluruh bidang aktivitas kehidupan para Prajurit Militer (Kepemimpinan, Hierarki, Penugasan, Kesehatan, Pendidikan, Perdamaian, Keamanan, dll) secara konkrit dan relevan melalui Persekutuan (Koinonia), Kesaksian (Marturia) dan Pelayanan Kasih Dan Keadilan (Diakonia). Segala aktivitas untuk mewujudkan misi pelayanan dalam Jemaat GKI Ottow Geissler Mile 32, diatur dalam program kerja yang sederhana, konkrit dan terarah agar mudah dimengerti dan dilaksanSakan. Demikian juga dengan mempersiapkan kader-kader pemimpin dan atau pelayan Tuhan dari dunia Militer (TNI maupun POLRI).
GKI Ottow Geissler Mile 32
Jl. mile 32, Mimika